Banner
jardiknaswikipedia Indonesia
Login Member
Username:
Password :
Jajak Pendapat
Bagaimana menurut Anda tentang tampilan website ini ?
Bagus
Cukup
Kurang
  Lihat
Statistik
  Visitors : 44969 visitors
  Hits : 2566 hits
  Today : 118 users
  Online : 7 users
:: Kontak Admin ::

   
Agenda
20 May 2012
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

Seni sebagai Pembelajaran Multikultur di Sekolah

Tanggal : 12/17/2011, 23:14:43, dibaca 114 kali.

High School Dancing 2 and Musical kembali dilaksanakan. Pergelaran ujian praktik Seni Budaya tersebut dilaksanakan pada tanggal 14-15 Desember 2011 bertempat di Aula MAN 2 Kota Bogor. Tak ayal, persiapan yang jauh-jauh hari dan latihan oleh tiap kelas akan dibuktikan pada saat pentas berlangsung.

 

 

 

High School Dancing merupakan implementasi dari pelajaran Seni Budaya. Mereka menampilkan aneka tari kreasi tradisi nusantara seperti Jawa, Bali, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan, Papua. Sedangkan untuk mancanegara meliputi Thailand, Cina, Jepang, Spanyol, dan tidak ketinggalan tari modern. Para siswa menyiapkan tari, musik, dan kostum sesuai dengan tema daerah yang dipilih. Mereka menggarap koreografinya sendiri, meskipun pentas ini untuk ujian, tetapi digarap tanpa meninggalkan kaidah performing art. 


 

 

Antusiasme siswa dan siswi sangat tinggi, hal ini terlihat dari persiapan baik dari segi koreografi, tata panggung, artistik, music dan kostum yang beraneka ragam menambah acara High School Dancing and Musical ke 2 semakin semarak. Pada 14 Desember adalah High School Dancing, yaitu ujian praktik untuk kelas X dan XII IPA, sedangkan untuk hari keduanya, yaitu tanggal 15 Desember adalah High School Musical untuk kelas XI dan XII IPS dan Agama.  


Kegiatan ini merupakan sebuah usaha yang efektif untuk mengenalkan pembelajaran multikultur, Indonesia sebagai negara yang dibangun atas keanekaragaman budaya dan suku, untuk itu perlu dibuat strategi yang jitu untuk memberi pembelajaran yang konkret dan mengarah pada muatan multikultur. Jika pilihannya pada tari nusantara dan dunia.

 

 

 

Kepada GS, Neno Suhartini, S.Sn selaku guru Seni Budaya di MAN 2 Kota Bogor mengatakan:

Diharapkan dari acara ini para peserta didik akan mampu mengikis sikap sikap sukuistik dan akan lebih mengedepankan sikap menghargai sesama, dengan latar belakang budaya yang berbeda, sehingga diharapkan para siswa sejak dini belajar meredam konflik sosial akibat latar belakang budaya.” paparnya.

 

Melalui tari dan musik siswa mengenal perbedaan tradisi masyarakat Indonesia yang beraneka ragam. Dan para siswa memiliki sikap apresiatif terhadap perkembangan Seni Budaya Indonesia yang akan mendongkrak kecintaan mereka pada Nasionalisme.


(Syahrizal Sidik/Rep. GS/MAN 2/JC)

 



Kembali ke Atas


Berita Lainnya :
 Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas
Nama
E-mail
Komentar

Kode Verifikasi
                

Komentar :


   Kembali ke Atas