Berita
Peringatan Hari Amal Bakti Kementrian Agama ke-66 Propinsi Jawa Barat
Tanggal : 01/04/2012, 06:11:18, dibaca 97 kali.
Selasa (3/1), Bandung – Jawa Barat
Hari Amal Bhakti yang jatuh pada tanggal 3 Januari serentak dilakukan di seluruh Nusantara, merupakan esensi sebuah kebangkitan besar berdirinya Kementerian Agama. Peringatan tersebut –Hari Amal Bakti ke 66—juga dilaksanakan di Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat, yang terletak di Jalan Soedirman No 644, Bandung.
Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti dipimpin langsung oleh Gubernur Provinsi Jawa Barat, Ahmad Heryawan dan dihadiri oleh pejabat-pejabat di tataran Kementerian Agama, Ketua DPRD Provinsi Jawa Barat, Kapolda, Pangdam Siliwangi, unit BPD, para Kepala KUA, Kepala Madrasah, dan juga penerima penghargaan kepada siswa dan siswi serta guru yang berprestasi di tingkat Nasional.
Dalam laporannya, Kepala Kantor Wilayah Provinsi Jawa Barat, H. Saeroji MM menyatakan bahwa :
“Hari Amal Bhakti yang ke 66 merupakan perwujudan rasa syukur kepada Allah SWT. Dan Kemenang berupaya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, dengan membenahi tata kelola pemerintahan, dan reformasi birokrasi” paparnya.
Dengan tema Memperteguh komitmen untuk membangun Kementerian Agama yang bebas dari Korupsi, menguatkan bahwa Kementerian Agama juga merupakan lembaga yang mempunyai integritas dalam tatanan kehidupan bermasyarakat.
Gubernur Jawa Barat, yang berkenan membacakan amanat Menteri Agama RI, memaparkan bahwasannya masyarakat Indonesia menjunjung tinggi kehidupan kerukunan hidup beragama.
Jika melihat perspektif historis, Kementerian Agama didirikan atas keputusan parlemen KNIP pada 3 Januari 1946, mengenai perlu adanya lembaga khusus pemerintah yang menangani masalah agama. Menteri agama pertama waktu itu adalah HM Rasyidi. Tentunya, peringatan HAB ini bukan hanya suatu seremonial, tapi diperlukan kerja keras untuk mampu mewujudkan realisasi yang dicita-citakan kedepan.
Para aparatur di tataran lingkungan Kementerian Agama harus mengimplementasikan nilai-nilai ikhlas, seperti yang tertuang dalam semboyan Kementerian Agama. Juga memahami misi tugas, serta fungsional sebagai pemegang peran aktual bangsa dan kehidupan beragama, dan mencerminkan tanggungjawab yang professional untuk meraih kinerja, dengan reputasi terbaik.
Karena saat ini, segala kebijakan langsung dimonitori oleh masyarakat. Maka untuk itu diperlukan pertimbangan yang matang, serta interaksi sosial yang bersih, pelayanan yang mudah, cepat, dan akuntabel.
Semoga di tahun 66, mengkokohkan konsistensi Kementerian Agama untuk mewujudkan lembaga yang memiliki integritas, bebas dari korupsi, kinerjanya semakin lebih baik, serta memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. Semoga!
(pengirim berita : Syahrizal Siddik)
Kembali ke Atas
| Silahkan Isi Komentar dari tulisan berita diatas |
Komentar :
Kembali ke Atas


Visitors : 44972 visitors
Today : 118 users